2008
Langkahnya terasa
berat
Ketika ia
menggantungkan seribu mimpi,
Di atas angkasa
Semesta hari ini
pun muram
Meratapi janjinya
kepada pagi
Mengapa esok tak
jua datang?
Ia duduk
menyendiri diatas horizon semesta
Dalam dunianya
yang hampa, dan tidak berbentuk
Semuanya tampak
sama
Bahkan bumi pun
dapat mendengar kepiluannya,
Mengapa ia
menyendiri?
Bukankah ia
adalah ratu pagi?
Bukankah ia
adalah sang matahari?
Bukankah ia
adalah seribu bintang?
Mengapa ia
menyendiri?
Hanya ia yang
dapat menjawab semuanya ini.
KERIDUAN
2007
Kutulis rangkaian kata
Kala hujan membasahi kotaku ini
Kota di mana engkau pernah menacapkan kisahmu,
Bersama langkahmu,
Yang pernah menapaki Setiap ruas jalan ini.
Kini jalan ini telah kau tinggalkan,
Untuk menggapai segenap mimpi-mimpimu
Bagaimanakah
kabarmu pujaan?
Apakah di kotamu, hujan membasahi cakrawala
malam ini?
Apakah kau tau, setiap sudut kota ini merindukan bayangmu?
Apakah kau tau malam ini aku terjaga, menanti pagi,
dan memandang cakrawala langit
Agar dapat
memegang bayangmu?
Mengapa hari ini pagi
tak kunjung datang dan mentari terbit kembali?
Karna, pagilah tempat harapan baru itu muncul dan kembali
Tetaplah engkau
terhanyut dalam Duniamu,
Dan aku pun akan
tetap dengan duniaku.
SEBUAH HARAPAN
2009
Dia adalah sebuah
nama.
Dia terasing di dalam riuh dunia ini
Hanya dedaunan
dan kicau burungah sahabatnya
Dan hanya kerikil
tajam,
dan hamparan
bumilah yang setia menemani langkahnya.
Namun, jejaknya
tak akan pernah terhenti
Meski bumi memberatkan langkahnya
Dia terus
melangkah, dan terus melangkah
lalu bersenandung
tentang sebuah harapan yang indah,
bermimpi akan
sebuah cita-cita,
dan bertasbih
akan Surga.
PENCERAHAN
2009
Hujan mengguyur
pagi ini
Rintik hujan
bagai kilauan mata pedang,
yang menghujam jantung bumi.
Adakah sebuah
harapan?
Di dalam langit
yang tanpa tiang ini
Warna pelangi membingkai angkasa,
dan pepohonan pun menjadi pena sang pencipta,
untuk melukis cakrawala.
Hingga kota tua
ini pun seakan berwarna kembali,
bersama epos tentang kejayaan masalalu Negri ini.
SENJA
2007
Hari ini aku sendiri berkawan dengan waktu
Memandang pelita
yang memisahkan kita
Saat ini hujan
turun membasahi kotaku,
Apakah hujan pun
membasahi kota mu?
Hanya senja
inilah yang dapat kuberikan kepadamu
Sesungguhnya aku
ingin menyeberangi samudra,
Melintasi
cakrawala dan mendaki gunung tertinggi.
untuk berjumpa dengan dirimu,
namun aku tak
mampu
Hanya senja
inilah yang berhasil kudapatkan dari pencarianku.
Ketika kulihat di
ufuk barat, langit mulai mengelabu
Dan mentari kulihat menghilang ditelan waktu
Dan bersembunyi
di balik bumi
semoga dengan
senja ini, engkau tak akan melupakan aku
SEBUAH NEGRI YANG KACAU
2009
Di sudut bumi
yang kacau ini,
suara langit
memudar tergantikan pekat malam
bangunan-bangunan
pencakar langit pun runtuh tak tersisa
Seorang mencoba menggenggam rembulan,
memanah mentari
dan membelah angkasa.
Namun yang
didapatnya adalah bara,
yang
menghanguskan sanubari
Di sudut bumi
yang hampa ini,
setiap kenyataan
adalah ilusi,
yang memudar, memudar....dan terus memudar,
hingga hilang
terkikis oleh cengkraman jagad raya
Di sudut bumi
yang tidak beradab ini,
seekor rajawali melintasi angkasa dan mencabik cakrawala
memecahkan
harapan berjuta orang yang bermimpi
Waktulah yang menjadikan seekor rajawali haus akan
kematian,
rindu akan
kekuasaan
dan suara rintih
ketakutan,
bagaikan sebuah
nyanyian yang merdu baginya
Dan waktulah yang
menjadikan sang cakrawala terbelenggu,
dan terinjak oleh
angkuhnya cengkraman sang rajawali
(Penguasa).
SEBUAH KENANGAN
2009
Telah lama
kuhitung detik, menanti hari,
dan menunggu waktu berlalu, tanpa berjumpa dengan mu
Engkau menghilang bagaikan ditelan bumi
Membawa kembali
cerita indah yang pernah kau berikan kepadaku
Sungguh aku ingin
memandang dirimu kembali
Apakah embun pagi
masih memuji kecantikanmu,
Apakah mentari
masih selalu rindu untuk menyentuhmu
Sungguh aku ingin
mendengar ceritamu,
cerita tentang hari-hari yang kau lalui selama ini
Dan menghirup
udara pagi bersamamu,seperti saat itu
Namun aku
takut,ketika penantianku telah berakhir
Dan aku
menemukanmu di ujung waktu,
Kudapati engkau
telah melupakan aku
TUHAN
2009
Waktu telah
berlalu tanpa sesuatu yang pasti
Namun cahaya
sinar Nya,
Merajam dinding
ruang hatiku yang tak berarti ini
Telah banyak
khilaf yang tak terkira
Ketika aku
bersembunyi di balik cadar keangkuhan
Bersama semilir
angin, Dia menyampaikan
ayat-ayat-Nya,
Bersama hamparan
bumi, Dia ajarkan
semua yang hidup
bertasbih memuji-Nya
Bukankah berjuta
bintang
Dia ciptakan bagi
langkah-langkah yang tersesat,
dalam belantara
malam
Bukankah dia
menciptakan halilintar,
untuk
mengingatkan kita akan maut
Kapankan maut menjemput kita?
Dan maut hari ini
menjemput siapa?
Kita tidak akan
pernah tau.
MALAM (untuk yang telah pergi)
2008
Dia adalah malam,
Dia adalah
sepenggal cerita dari jalan hidupku
Wahai manusia di
ujung dunia,
apakah kau telah
menemukan dasar dari perjalanan ini?
bukankah kau telah
menjelajahi dunia?
apakah yang kini
kau dapatkan wahai penjelajah waktu?
Dia adalah malam,
yang terus
berjalan diantara jalan hidupku
Kapankah engkau berhenti dari jalanmu yang berliku,
Wahai penjelajah waktu,
mengapa engkau terus lari dari semua ini,
bukankah engkau
adalah malam.
Kini engkau telah pergi bersama pekat malam,
meninggalkan
sejuta kerinduan,
bersama
mimpi-mimpimu yang belum kau gapai.
Kini engkau telah pergi membawa berjuta kisah
Kini tak ada lagi canda tawamu,
kini tak ku lihat
lagi senyummu
Kau telah mengakhiri perjalanan panjangmu,
menyelesaikan
sebuah sekenario sempurna dari sang pencipta
Ragamu memang telah pergi,
namun pemikiran-pemikiranmu
akan selalu abadi
Dan aku akan selalu
memandang langit saat
matahari telah terbenam
karna dia
adalah…..malam
SURAT CINTA UNTUK PALESTINA
2008
Desir-desir
peulru memekakkan teinga, membahana di angkasa
Debu-debu menyatu
bersama udara siang itu
Mayat-mayat tak
berbosa bergelimpangan
Yang tersisa
hanyaah luka,
Ketakutan, kesedian, dan airmata
Tidakkah cukup
ribuan nyawa melayang?
Tidakkah kau
lihat bumi pun menangis
Menyaksikan ras
manusia melawan ras manusia?
Bukankah kita
berpijak di bumi yang sama?
Semuanya hancur,
sehancur hati
mereka yang ditinggakan
Apakah ini sebuah mimpi panjang?
Apakah kita sudah terjaga dari mimpi kita?
Apakah ini hanyalah sebuah cerita?
Apakah Palestina hanyalah sebuah legenda?
Janganlah
menangis Palestina
Bukankah yang
telah pergi tak bisa kembali
Tidakkah kaulihat
masih ada secercah harapan,
yang menunggu di depanmu
Kini saat nya
untuk bangkit
Dan membangun
kembali puing-puing harapanmu,
yang masih tersisa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar