Puisi dan Kata-kata Bijak

Selasa, 15 Mei 2012

Puisiku




LANGKAH

2008
Langkahnya terasa berat
Ketika ia menggantungkan seribu mimpi,
Di atas angkasa
Semesta hari ini pun muram
Meratapi janjinya kepada pagi
Mengapa esok tak jua datang?

Ia duduk menyendiri diatas horizon semesta
Dalam dunianya yang hampa, dan tidak berbentuk
Semuanya tampak sama
Bahkan bumi pun dapat mendengar kepiluannya,
Mengapa ia menyendiri?

Bukankah ia adalah ratu pagi?
Bukankah ia adalah sang matahari?
Bukankah ia adalah seribu bintang?
Mengapa ia menyendiri?
Hanya ia yang dapat menjawab semuanya ini.



KERIDUAN

2007
Kutulis rangkaian kata
Kala hujan membasahi kotaku ini
Kota di mana engkau pernah menacapkan kisahmu,
Bersama langkahmu,
Yang pernah menapaki Setiap ruas jalan ini.
Kini jalan ini telah kau tinggalkan,
Untuk menggapai segenap mimpi-mimpimu

Bagaimanakah kabarmu pujaan?
Apakah di kotamu, hujan membasahi cakrawala malam ini?
Apakah kau tau, setiap sudut kota ini merindukan bayangmu?
Apakah kau tau malam ini aku terjaga, menanti pagi,
dan memandang cakrawala langit
Agar dapat memegang bayangmu?

Mengapa hari ini pagi tak kunjung datang dan mentari terbit kembali?
Karna, pagilah tempat harapan baru itu muncul dan kembali

Tetaplah engkau terhanyut dalam Duniamu,
Dan aku pun akan tetap dengan duniaku.



SEBUAH HARAPAN

2009
Dia adalah sebuah nama.
Dia terasing di dalam riuh dunia ini
Hanya dedaunan dan kicau burungah sahabatnya
Dan hanya kerikil tajam,
dan hamparan bumilah yang setia menemani langkahnya.
Namun,  jejaknya tak akan pernah terhenti
Meski bumi memberatkan langkahnya

Dia terus melangkah, dan terus melangkah
lalu bersenandung tentang sebuah harapan yang indah,
bermimpi akan sebuah cita-cita,
dan bertasbih akan Surga.



PENCERAHAN

2009
Hujan mengguyur pagi ini
Rintik hujan bagai kilauan mata pedang,
yang menghujam jantung bumi.
Adakah sebuah harapan?

Di dalam langit yang tanpa tiang ini
Warna pelangi membingkai angkasa,
dan pepohonan pun menjadi pena sang pencipta,
untuk melukis cakrawala.
Hingga kota tua ini pun seakan berwarna kembali,
bersama epos tentang kejayaan masalalu Negri ini.




SENJA
2007
Hari ini aku sendiri berkawan dengan waktu
Memandang pelita yang memisahkan kita
Saat ini hujan turun membasahi kotaku,
Apakah hujan pun membasahi kota mu?

Hanya senja inilah yang dapat kuberikan kepadamu
Sesungguhnya aku ingin menyeberangi samudra,
Melintasi cakrawala dan mendaki gunung tertinggi.
untuk berjumpa dengan dirimu,
namun aku tak mampu

Hanya senja inilah yang berhasil kudapatkan dari pencarianku.
Ketika kulihat di ufuk barat, langit mulai mengelabu
Dan mentari kulihat menghilang ditelan waktu
Dan bersembunyi di balik bumi
semoga dengan senja ini, engkau tak akan melupakan aku


SEBUAH NEGRI YANG KACAU
2009
Di sudut bumi yang kacau ini,
suara langit memudar tergantikan pekat malam
bangunan-bangunan pencakar langit pun runtuh tak tersisa
Seorang mencoba menggenggam rembulan,
memanah mentari dan membelah angkasa.
Namun yang didapatnya adalah bara,
yang menghanguskan sanubari

Di sudut bumi yang hampa ini,
setiap kenyataan adalah ilusi,
yang memudar, memudar....dan terus memudar,
hingga hilang terkikis oleh cengkraman jagad raya

Di sudut bumi yang tidak beradab ini,
seekor rajawali melintasi angkasa dan mencabik cakrawala
memecahkan harapan berjuta orang yang bermimpi

Waktulah yang menjadikan seekor rajawali haus akan kematian,
rindu akan kekuasaan
dan suara rintih ketakutan,
bagaikan sebuah nyanyian yang merdu baginya
Dan waktulah yang menjadikan sang cakrawala terbelenggu,
dan terinjak oleh angkuhnya cengkraman sang rajawali (Penguasa).

SEBUAH KENANGAN
2009
Telah lama kuhitung detik, menanti hari,
dan menunggu waktu berlalu, tanpa berjumpa dengan mu

Engkau menghilang bagaikan ditelan bumi
Membawa kembali cerita indah yang pernah kau berikan kepadaku

Sungguh aku ingin memandang dirimu kembali
Apakah embun pagi masih memuji kecantikanmu,
Apakah mentari masih selalu rindu untuk menyentuhmu

Sungguh aku ingin mendengar ceritamu,
cerita tentang hari-hari yang kau lalui selama ini
Dan menghirup udara pagi bersamamu,seperti saat itu

Namun aku takut,ketika penantianku telah berakhir
Dan aku menemukanmu di ujung waktu,
Kudapati engkau telah melupakan aku


TUHAN
2009
Waktu telah berlalu tanpa sesuatu yang pasti
Namun cahaya sinar Nya,
Merajam dinding ruang hatiku yang tak berarti ini
Telah banyak khilaf yang tak terkira
Ketika aku bersembunyi di balik cadar keangkuhan

Bersama semilir angin, Dia menyampaikan
ayat-ayat-Nya,
Bersama hamparan bumi, Dia ajarkan
semua yang hidup bertasbih memuji-Nya

Bukankah berjuta bintang
Dia ciptakan bagi langkah-langkah yang tersesat,
dalam belantara malam
Bukankah dia menciptakan halilintar,
untuk mengingatkan kita akan maut

Kapankan maut menjemput kita?
Dan maut hari ini menjemput siapa?
Kita tidak akan pernah tau.

MALAM (untuk yang telah pergi)

2008
Dia adalah malam,
Dia adalah sepenggal cerita dari jalan hidupku
Wahai manusia di ujung dunia,
apakah kau telah menemukan dasar dari perjalanan ini?
bukankah kau telah menjelajahi dunia?
apakah yang kini kau dapatkan wahai penjelajah waktu?

Dia adalah malam,
yang terus berjalan diantara jalan hidupku
Kapankah engkau berhenti dari jalanmu yang berliku,
Wahai penjelajah waktu,
mengapa engkau terus lari dari semua ini,
bukankah engkau adalah malam.

Kini engkau telah pergi bersama pekat malam,
meninggalkan sejuta kerinduan,
bersama mimpi-mimpimu yang belum kau gapai.
Kini engkau telah pergi membawa berjuta kisah
Kini tak ada lagi canda tawamu,
kini tak ku lihat lagi senyummu

Kau telah mengakhiri perjalanan panjangmu,
menyelesaikan sebuah sekenario sempurna dari sang pencipta
Ragamu memang telah pergi,
namun pemikiran-pemikiranmu akan selalu abadi

Dan aku akan selalu memandang langit saat matahari telah terbenam
karna dia adalah…..malam



SURAT CINTA UNTUK PALESTINA

2008
Desir-desir peulru memekakkan teinga, membahana di angkasa
Debu-debu menyatu bersama udara siang itu
Mayat-mayat tak berbosa bergelimpangan
Yang tersisa hanyaah luka,
Ketakutan, kesedian, dan airmata

Tidakkah cukup ribuan nyawa melayang?
Tidakkah kau lihat bumi pun menangis
Menyaksikan ras manusia melawan ras manusia?
Bukankah kita berpijak di bumi yang sama?

Semuanya hancur,
sehancur hati mereka yang ditinggakan
Apakah ini sebuah mimpi panjang?
Apakah kita sudah terjaga dari mimpi kita?
Apakah ini hanyalah sebuah cerita?
Apakah Palestina hanyalah sebuah legenda?

Janganlah menangis Palestina
Bukankah yang telah pergi tak bisa kembali
Tidakkah kaulihat masih ada secercah harapan,
yang menunggu di depanmu
Kini saat nya untuk bangkit
Dan membangun kembali puing-puing harapanmu,
yang masih tersisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar